Opening Up

People always expect me to be fine just because I serve in church and that must mean I have no problems in life anymore right? Wrong.

I still struggle everyday. Just because I didn’t say it out loud that it means there’s nothing going wrong in my life. I’m so tired being called weak by people that don’t understand. They didn’t know what I’m struggling with. It was always more than self-image issues. People don’t understand that what they said, or did, could impact hugely impact others even when they didn’t realise it.

People always have the tendencies to make others feel shitty. Myself included. Like it’s not enough bringing down my self-confidence, they go through all lengths just to make sure I feel so worthless about myself. And after all the other problems that I have and have had, they made it sound like I couldn’t be sad because there are others who have it worse than me, which is true. But it doesn’t mean that my feelings need to be suppressed. And the funniest thing is, I kept up others’s secrets so well, but it’s really easy to tell them my own. Even if I know I’m just going to be hurt again and again. But I still did anyway.

I know that I should be happy that this high school drama is gonna be over, which means one of my main problems in life would go away in itself, but along with that, another problem always managed to come through. I tried to be positive about things, but it wasn’t enough. It never was. Now I just felt like I have let down everyone.

I never said that I wasn’t wrong. But even if I self-blamed, it was never enough. People always stepped down on me like I was nothing. And it’s really hard to redefine your self worth when you barely have any to begin with.

I am not targeting anyone in particular. I am just tired knowing that this problem (along with other ones) always revolves around in circle, always about this particular thing that could never be solved. I am tired of being the only one who’s fighting alone in the dark. Everyone else left so easily. They don’t even try. Especially this one person. He was supposed to be someone I could lean on. But he makes me feel shitty all the time. Doesn’t he realise why I’ve become like this in the first place? I was starting to be optimistic around him, but that’s it. It’s like speaking to wall. He will never change. It’s saddening because we’re bound together. There’s no way we could be separated, even if I want to. And that’s just one person. How about the others I’ve been fighting aimlessly for?

I didn’t want to give up. It’s been how many years, already? But things like this makes me question why I am even fighting in the first place. I am going back to square one again. I can’t handle it. I don’t even know what I’m fighting for, what I’m living for.I am a huge mess.

And I am afraid that’s all I ever be.

Mengejar Kesempurnaan

Mungkin ga sih?

Jujur, gue tipe orang yang gampang banget kepikiran omongan orang. Padahal kalau dipikir-pikir, hidup ini kan hidup kita, asalkan ga mengganggu orang lain, kenapa mesti peduli opini orang yang belum tentu bener? Cuman kebiasaan emang susah ilang. Kek kebiasaan urutan nyuci badan pas mandi, atau makan lauk/nasi dulu di rumah. Ya gitu deh. Masih belajar, hehe.

Selama 17 hampir 18 tahun hidup di bumi, gue sangat merasa jika karakter kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, kecuali lo sangat cuek bebek dan punya dunia lo sendiri. Nah itu dia yang bikin makhluk hidup yang sangat kompleks. Karena, gak ada manusia yang bener – bener sama satu dengan lainnya, terlebih yang namanya manusia sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan (ceileh).

Tekanan orang – orang luar kadang tanpa sadar bikin kita berusaha untuk beradaptasi agar diterima. Seringkali setiap nemuin orang yang “pola”nya beda sama teman – temannya, dia akan dijauhin. Atau dikatain habis-habisan. Tanpa sebab. Ini alasan kita takut buat jadi berbeda. Buat nunjukkin diri kita apa adanya, tanpa pake topeng sana – sini. Susah sih, gue yakin kebanyakan dari kita juga pasti pada punya topeng.

Kepribadian lo di rumah sama lo di sekolah, di gereja, di tempat les, di sanak saudara, kita punya sisi – sisi yang kita pilih untuk tampilin sesuai situasi dan kondisi yang diperlukan, macam remote control aja bisa diganti sesuai keinginan hati. Alhasil, kita suka bingung sendiri untuk menemukan jati diri dan ciri khas kita. Apa yang mendefinisikan lo, sebagai diri lo sendiri. Saat ga ada orang yang ngeliat. Pikiran – pikiran liar yang suka ngehantuin otak kita bagai racun tapi ga pernah bisa dikeluarin karena lagi – lagi, takut dianggap “berbeda”. Imbasnya ke masalah – masalah kita. Makin lama makin numpuk setinggi tumpukan pisang goreng anget yang baru dimasak. STRESS KAN LO!!!!

TAPI;

Kita bisa kok, mengejar kesempurnaan tanpa perlu ngikutin standar dunia. Taruh aja, diri lo sendiri. Apa yang mau lo liat dari diri lo sepuluh sampe dua puluh tahun ke depan? Apakah diri lo sekarang, sudah mencerminkan orang yang ingin lo liat di umur 30 nanti? Apakah lo sudah bijak menentukan pilihan? Semua ada di tangan kita. Bukan di tangan orang lain, apalagi tangan setan.

Contoh: gue. Hidup gue lagi dilanda banyak banget masalah sekarang. Dari yang tingkatnya level 0 alias sepele, sampe yang fatal banget bikin ga bisa tidur berhari hari. Mulai kepikiran kan tuh, salah gue apa sih sampe hal – hal di luar dugaan ini bisa terjadi, atau kenapa masalah ini ga kelar – kelar yak. Mau curhat ke temen, mereka ga bisa bantu, curhat ke guru, mana ngerti begituan, jelasin logaritma aja suka puyeng sendiri, karena mereka limited. Ga alamin apa yang kita alamin, mereka kan bukan kita, ya jelas lah ga bisa nasihatin. Akhirnya dipendam sendiri. Lama – lama meledak deh lo kek bom nuklir.

Terus, harus gimana dong?

Berserah aja. Berserah bukan berarti pasrah, tapi menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan, dan ga menghindar dari masalah itu sendiri. Cobaan datang buat menguatkan kita, bukan menghancurkan. Pelan – pelan cari titik terangnya aja, kesalahan dan rintangan di jalan itu udah biasa. Solusinya ada, tinggal kita yang harus rajin mencarinya. Jangan lupa berdoa, cari Tuhan, jangan andalin diri lo sendiri. Gila nanti.

Take a deep breath, and think. Meditate kalau perlu. Pokoknya, tenangin diri dulu. Jangan langsung down, negative thinking kesana kemari. Terus baru deh, pikirin, apa yang bisa lo lakuin buat selesain masalah ini, dan bisa bersikap lebih dewasa lagi buat naklukin tantangan – tantangan hidup, jadi makin lama lo naik level terus, sesuai tingkat kedewasaan kita yang berkembang. Asalkan ada niat, pasti ada jalan.

Kita emang ga bisa jadi sempurna, tapi kita bisa at least, menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Good luck!